Selasa, 04 November 2014

Indahnya Sabar



Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha. Tetapi, sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil. Sabar adalah taman kesejukan diantara ikhtiar maksimal dan tawakkal total. Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah.
Dengan sabar, hati begitu percaya, bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hamba.
Apa jadinya jika hati dipenuhi oleh sergapan ambisi dan pemaksaan kehendak? Tenaga habis, dan niat suci pun hangus oleh obsesi dan prasangka buruk kepada Allah.
Tiada kondisi yang paling indah, kecuali menyelipkan sabar; baik di kala senang maupun susah, kaya maupun miskin, senang maupun sempit.
Sebagaimana janji Allah, bahwa hanya hamba-Nya yang istiqamah dan mantaplah yang mampu bersabar, dalam mengarungi kehidupan.


"Uddatu Ash-Shabirin wa Dzakhiratu asy-Syakirin" karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Senin, 03 November 2014

Pengejawantahan Rasa Syukur



Allah Ta'ala senantiasa memberikan nikmat yang tiada terkira pada tiap hamba-Nya. Sungguh Ia Mahabaik, mengajarkan kita untuk bersyukur atas segala nikmat-Nya, satu kata yang lebih luas maknanya dari terimakasih. Dengan bersyukur, nikmat akan terus ditambah, tapi saat kita kufur; sungguh akan ada siksa yang pedih dari-Nya. Telah tertulis jelas di Q.S. Ibrahim: 7, bagaimana Allah Tabaraka berfirman..

"Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, namu jika (sebaliknya) kamu justru kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat berat." 

Selasa, 30 September 2014

#AyoMentoring



Sedikit bertutur kata tentang mentoring agama Islam, moga ada manfaat yang teraih. Mohon maaf atas segala khilaf. Silakan berkunjung ke alamat berikut http://chirpstory.com/li/232138

#KicauNasehat

 

Nasihat dari Imam Syafi'i. Ada beberapa hal yang diperhatikan dalam menuntut ilmu ialah kecerdasan (jauhnya diri dari maksiat dan takwa adalah kunci tajamnya akal), semangat, bersungguh-sungguh, pengorbanan, membersamai guru dan panjangnya waktu. Dan pesan dari Abdullah ibn Mubarak, belajarlah adab sebelum belajar ilmu, Imam As-Syafi'i pun pernah menyampaikan adab adalah bagian terpenting dalam mempelajari ilmu. Karena di masa kini, banyak orang yang berilmu tapi lupa tuk belajar adab, hingga diri dirasupi penyakit-penyakit hati yang redupkan keimanan. Merasa keilmuan paling luas nan pemahaman paling dalam, lupakan etika dalam sampaikan nasehat ataupun pendapat, tak bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu; semisal tak merekamnya ilmu yang didapat dengan mencatat. Serta masih banyak yang lain, moga kita tak lupakan belajar adab dalam menuntut ilmu, adab dalam menjaga ilmu dan dalam mengamalkannya. Ya ini nasehat untuk diri sendiri, yang masih banyak alfa dalam meraih ilmu.

Sabtu, 27 September 2014

Siap Berkarya




Hidup dalam rentang waktu yang panjang akan terlalui oleh banyak macam aktivitas, dimana akan terdapat pelajaran yang tersisipkan disetiap aktivitas atau amal kita. Sungguh miris sekali dalam hidup ini, jika kita hanya menjadi penikmat atau manusia yang hanya rutin mengkonsumsi karya-karya orang lain. Hingga membuat kita terlena untuk tidak berkarya, hingga membuat tertidur potensi yang ada dalam diri. Mengubur daya-daya tersimpan disetiap ruas tulang kita, melayukan energi yang begitu luar biasa apabila tersalurkan untuk sebuah karya nyata agar tercatat dalam sejarah karena kebermafaatannya.

Jumat, 26 September 2014

Semangat Kontribusi



Kontribusi adalah memberi yang tak kenal henti, kontribusi adalah pengorbanan yang tak kenal jeda waktu. Kontribusi bermula dari benih niatan suci, lalu berkecambah dalam hati. Kemudian terus bertumbuh, hingga tertuang pada laku. Dan sudahkah kita menjaga semangat yang terus menyala dalam diri? Agar semangat berkontribusi tak melapuk, dimakan oleh rasa malas dan tertelan oleh keangkuhan diri.
Nilai sosial setiap kita terletak pada apa yang kita berikan kepada masyarakat atau pada kadar manfaat yang dirasakan masyarakat dari keseluruhan perfomance kepribadian kita. Maka Rasulullah saw berkata: "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain."

Tentang Kesungguhan


Setiap kerja-kerja yang terlaksana oleh kita berawal dari niat hingga berujung pada amal. Ikhtiar, merupakan fase yang harus dinikmati nan terlalui; agar niat yang bermula berkecembah dalam jiwa berubah jadi nyata.
Maka harus ada penyambung yang juga sebagai pendamping antara niat dan ikhtiar, agar keduanya menyatu lalu berbuah hasil yang memukau para aktor kehidupan. Apa itu? Satu kata tak asing ditelinga untuk di dengar, yaitu KESUNGGUHAN. Mengapa kesungguhan yang harus menjadi teman sejati, antara niat dan ikhtiar.